Saturday, October 13, 2018

Our trip to Jogja Istimewa 2

Hay guys, blog ini merupakan sambungan dari blog kemarin. Maafkan atas keterlambatannya.
Jadi ditanggal 14 Juli tujuan kami yang terakhir yaitu taman sari.
Kemudia saat malam hari nya melepas penat kami mengisi perut yang kosong dengan makan
Setelah itu kami balik ke guest house untuk istirahat atas perjalanan keras yang kami lakukan seharian dan menyiapkan fisik untuk hari esok.
Keesokan harinya kami mengawali rute ke Candi boro
Setelah dari borobudur kami memutuskan untuk ke gereja ayam. Sebenarnya bentuknya adalah seekor burung merpati yang menggunakan mahkota dan juga merupaka tempat ibadah semua agama.

Kalian bener bener akan di sajikan pemandangan yang indah dari atas. Kalo kalian mau naik keatas, jadi aku cerita sedikit saat masuk ke sana itu perlu jalan kaki dulu, kemudian kita akan berjalan ke arah yang menanjak yang menurut ku akan menimbulkan auto sambat πŸ˜… tapi sebelumnya kalian ke loket untuk membeli tiket masuk. Kemudian setiba disana kalian masuk saja karna nanti akan ada petugas yang akan mengecek tiket masuk kalian dan disana juga akan dijelaskan mengenai hal yang sudah aku sampai kan di paragraf atas. Kemudian kalian akan mendapatkan bonus disini. Nah bonusnya ini merupakan singkong goreng atau puhung goreng yang super enak dan bikin nagih asli. Nah buat kalian yang ingin berfoto sampai ke puncak mahkota itu kalian harus mengantri karna jumlah orang yang diperbolehkan naik itu dibatasi karna itu untuk keselamatan kita bersama juga sih. Tapi bener bener indah bangett dan sepoy sepoy anginnya. 
Dan foto diatas merupakan gambar tampilan depannya. Setelah berleha-leha santai sambil makan singkong di kantinnya kami memutuskan untuk pergi ke gumuk pasir. Bagi kalian yang pernah ke Jogja pasti kalian tau sebenarnya itu jarak yang tidak dekat karena itu jarak yang merupaka dari ujung ke ujung tapi karena aku malam hari sudah harus balik ke Malang karena ada sedikit kendala di awal yang membuat jadwal pulang ku lebih cepat dari target ku maka dari itu semua tempat kami press tapi tidak mengurangi satu tempat tujuan kami. Justru menambah tempat tujuan. Kemudian setelah dari gumuk pasir melihat bau-bau pantai karena yang kalian tau gumuk pasir itu terletak dekat sekali dengan pantai parangtritis. Maka dari itu memutuskan untuk ke pantai walaupun sebenarnya itu tidak ada di list tujuanπŸ˜‚



Ini merupakan beberapa foto saat berada di pantai parangtritis. Hanya sekejap kami pun memutuskan untuk pulang karena aku sendiri belum berberes beres untuk pulang. Dan kereta ku berangkat jam 9 setelah itu kami pulang kemudian berbesih diri istirahat sebentar dan kemudian jalan sebelum mengembalikan motor. Karena kami belum sempat melihat tugu Jogja. Kemudian setelah melihat tugu Jogja kami berpisah karena kereta teman ku itu senin pagi sedangkan aku minggu malam. 




Itu adalah beberapa foto dari liburan tipis ala-ala kami. Aku akan memberikan sedikit tips untuk kalian yang tetap ingin pergi tapi modal yang pas-pasan. Jadi pertama kalian harus menentukan kota yang ingin kalian tuju itu kemana, dan kalian juga harus cari tau jarak antar tempat rekreasinya dan juga kalian harus tau tempat yang kalian mau tuju itu apa aja. Kemudian baru kalian memilih transportasi yang kalian pilih untuk dapat menghantarkan kalian kesana. Dan kalian juga harus sudah bikin rundown tempat yang kalian tuju dan tentukan waktu waktunya. Kemudian kalian juga bikin rank-rank an dana yang kalian habiskan di tempat rekreasi, perjalanan, transportasi, konsumsi, guest house dan oleh-oleh πŸ˜‚ jadi kalian harus mantepin. Jadi kemarin itu aku sudah atur sedemikian rupa jadi semuanya berjalan lancar meskipun aku berangkat jumat dan malam senin sudah balik tapi itu bener bener supeerr sekali karena lumayan banyak yang di tuju meskipun dengan waktu yang singkat. 
Oke guys mungkin itu yang dapat aku sampai kan di blog yang kali ini see you di blog selanjutnya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— 

Saturday, September 1, 2018

Our Trip To Jogja Istimewa 1

Hello teman-teman, di blog yang kali ini aku akan menceritakan mengenai liburan kuliah ku. Mungkin ini terbilang pertama kalinya aku liburan tanpa kedua orang tua dan keluarga dan pertama kalinya aku ke tempat destinasi yang aku kunjungi dan pertama kali aku menaiki alat transportasi umum yaitu kereta. Seperti yang kalian ketahui di Kalimantan tidak ada yang namanya kereta jadi mungkin itu salah satu alasan mengapa aku tidak pernah naik kereta, dan pilihan tempat liburan ku kali ini adalah Jogja Istimewa, ya seistimewa kenangan yang di ukirkan Jogja dalam hidup ku. Dulu aku hanya dapat menikmati keindahan Jogja di tv saja. Tapi saat ini aku menyaksikan dan merasakan langsung keindahannya. Libur semester genap ku jatuh pada tanggal 10 Juli 2018, saat itu aku bingung ingin pulang ke Banjarmasin atau tetap stay di Malang dengan liburan kecil-kecilan seperti mengunjungi tempat wisata yang ada di Malang. Namun saat itu otak mulai berpikir dan sampai akhirnya Jogja lah pilihan ku. Saat itu bingung pasti, sebab aku belum ada teman untuk pergi kesana dan transportasi apa yang cocok untuk kesana. Akhirnya aku mulai mengajak teman-teman, namun teman-teman tidak dapat memberi kepastian. Sempat bertekad untuk berangkat sendiri namun hati berbicara seperti apa nantinya disana dan tempat ini adalah tempat yang pertama kali dikunjungi dan tidak tau apa-apa. Dan disuatu ketika ada temen aku yang chat di WA, sebenarnya dia chat untuk mengajak jalan di sekitar Malang. Namun, aku sudah bingung mencari teman akhirnya berani kan diri untuk mengajak dia. Bersyukurnya aku disini dia langsung mau dan ini sama sama pertama kalinya kami mengunjungi Jogja dan ini pertama kalinya aku jalan bersama dia. Kami pun bukan satu jurusan apalagi satu fakultas kami hanya satu Universitas saja dan kami saling kenal melalui acara kampus dan kami tidak pernah jalan bersama atau hanya sekedar ketemu pun tidak ada. Keesokan harinya kami ke stasiun untuk membeli tiket dan tanggal 13 Juli jam 8 pagi kereta kami berangkat membawa kami ke Jogja. Pukul 15.20 kami tiba di Jogja.
Sebenarnya ada banyak hal konyol sebelum tiba di Jogja. Pertama teman ku kena musibah dan masuk RS, aku yang berniat menghabiskan waktu di Jogja selama 5 hari harus kandas dikarena kan jadwal yang tidak jelas padahal waktu itu aku sudah mesan tiket pulang dan tujuan pulang ku yaitu Jember namun aku harus merubah tujuan dan tanggal pulang ku yaitu Malang dan tanggal 15 Juli adalah tanggal aku kembali dan ketika memesan tiket berangkat petugas di bagian tiket bilang tiket yang kami pesan itu tempat duduk berhadapan jadi kami memilih duduk berhadapan bukan bersampingan tapi pada hari H kereta yang kami tumpangi itu duduk dengan mengarah pada satu arah dan tidak berhadapan sehingga membuat ku dan teman ku tidak satu bangku πŸ˜‚ dan itu pasti agak sulit untuk kami karna sulit untuk sekedar berbicara. Dan saat kami tiba kami memilih berjalan kaki dari stasiun menuju ke guest house dan itu berjarak 5 km dari stasiun. Tiba di guest house kami meluruskan pinggang, kaki dan otak yang mulai letih. Kemudian kami memulai perjalanan kami ke Malioboro untuk memenuhi kebutuhan cacing di perut, kemudian setelah itu kami menuju Filosofi Kopi 

Kemudian kami memilih untuk kembali ke guest house karna lelah perjalanan masih terasa dan memilih melanjutkan trip keesokan harinya.
Tgl 14/7/18 kami memulai perjalanan dari jam 6.30 tujuan kami yaitu Malioboro, karena kami ingin menikmati Malioboro di pagi hari karena itu akan jauh lebih sepi daripada suasana Malioboro di malam hari yang ramai dan padat. 
Dan tujuan kami selanjutnya yaitu Candi Prambanan dan Ratu Boko karena ini adalah destinasi pertama ya kalian pasti tau lah seperti apa semangatnya. 


Kemudian tujuan kami selanjutnya adalah Musium Batik dan cacing diperut kami mulai meronta sehingga kami memilih untuk makan mie ayam yang ramai di kunjungi di Jogja yaitu mie ayam Bu Tumini. Sedikit review mie ayam nya ini enak dan kalian harus sabar dalam mengantri untuk duduk saja perlu antri apalagi makan. Karna mie ayam nya bener bener enak jadi recomended lah untuk kalian para penggemar mie ayam. Setelah makan mie ayam kami melanjutkan perjalanan ke Museum Sonobudoyo, Museum Benteng Vredeburg, taman sari dan kami memutuskan untuk ke guest house karna tulang belulang dan kaki kami mulai meronta-ronta. 







Oke guys ini sudah panjang dan aku cape kita lanjutakan di blog selanjutnya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Friday, August 24, 2018

Biografi πŸ‘‘

Hello teman-teman, welcome to my blog. Jdi gininih temen temen aku kemarin sebenarnya sudah bikin blog pembuka dan itu mengenai aku ya CV ala ala gitu. Tapi Karna aku sotoy jadinya hilang deh. Jadi kita bikin ulang. Supaya kalian bisa kenal aku. Bagi yang sdh kenal makin kenal dan yg belum kenal jadi kenal. Ya kata pepatah tak kenal maka tak sayang.. Tapi sudah lama kenal tapi nggak sayang sayang πŸ˜₯πŸ˜₯. Eiisstt cukup bapernya. Nama panjang ku Ike Laili Agustin Umaroh bisa di panggil ike, ikeh, laili, lely dan sekarang aku punya panggilan baru lagi di kos yaitu cibi. Jangan mikir aku fans nya cherybelle ya gengs karna aku juga nggak tau penyebabnya. Aku dilahirkan di rumah pada tanggal 05 Agustus 1999 dan aku lahir di Kota Banjarmasin. Yaps skrg aku berumur 19 tahun πŸ€— saat ini aku sedang berkuliah di salah satu Universitas Swasta di Malang dan kalo kalian udah baca blog aku yg sebelumnya kalian pasti tau aku menempuh jurusan apa. Aku masuk di bangku kuliah pada tahun 2017 ya guys just info doang. Aku adalah anak Sulung dari 3 bersaudara, aku memiliki adik laki-laki dan adik perempuan yang mana apabila kami kumpul hanya akan mengundang keributan saja, menurut ku bukan saudaraan kalo nggak ribut πŸ˜‚πŸ˜‚. Kalo kalian ingin tau gambaran fisik aku, aku adalah wanita yang memiliki mata belo, hidung mancung, pipi tirus, badan tinggi dan berat tubuh ideal 😬 aku memiliki hobi memasak, membaca, dan melancong ke tempat tempat baru. Next time aku akan bkin blog mengenai perjalanan ku deh. Oke teman teman aku rasa cukup deh perkenalan dari aku. Semoga blog ini akan menjadikan pembaca gemar membaca dan bermanfaat untuk kalian guyyyssss πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Farmasi πŸ’ŠπŸ’Š

Di blog yang kali ini aku akan menceritakan kenapa aku memilih Farmasi, kenapa bukan Dia?πŸ˜‚πŸ˜‚
Jdi begini teman teman sekalian. Aku menggeluti dunia Farmasi itu sejak SMK. Yapss aku dulu SMF. Jdi awal mulanya aku lulus SMP pda saat itu aku bingung bin pusing mau nerusin kemana ya kalian tau sendiri lah anak SMP labil. Nggak bisa nentukan pilihan. Saat itu aku memang nggak berminat untuk SMA krn udah mumet sama yg namanya IPA&IPS krna aku mikirnya kalo ngambil SMK kita bakal fokus ama mapel itu doang tanpa ada yg namanya mapel lain ( mohon maklum zaman dlu nggak paham kan ya masih ) jadi berpikiran bhwa SMK enak krna bakal belajar mapel jurusan aja dan saat itu ada temen yang sudah masuk Farmasi dan sebenernya aku udah lihat tiap minggu dia hapalan dia jarang holiday krna wktu libur diisi sama jurnal dan hapalan gitu guyss. Nah cerdas nya aku udah tau susah tapi aku pengen tau πŸ˜‚πŸ˜‚ dengan modal sotoy ku ini aku memutuskan untuk ngambil SMK FARMASI karna aku akan membuat dunia Farmasi itu tidak seburuk yang kalian bayangkan guysss. Eiisstttt jangan pkir semudah itu aku masuk Farmasi, karena aku harus meyakinkan kedua orangtua ku terlebih dahulu dan harus melewati beberapa sidang sampai akhirnya aku dinyatakan boleh masuk SMK πŸ˜…πŸ˜… jadi saat itukan orangtua pengen aku masuk SMA didekat rumah aja krna wktu itu dan smpe skrg nggak ada SMK Farmasi didekt rumah. Harus berjarak 35 km baru ada SMK Farmasi jadinya itu membuat ku harus sedkit LDR dari orangtua padahal disitu kondisinya aku baru lulus SMP belum paham apa apa. Membuat ku harus punya seribu alasan seperti doi πŸ˜‰ untuk meyakinkan mereka bahwa aku bisa dan mampu 😁 perlu susah dan payah dan akting nggak makan ala ala anak alay supaya dapat izin masuk SMK. Kemudian lolos lah aku dari semua itu smpai tiba aku mendftra SMk sendiri, tes kesehatan sendiri, dan daftar ulang aja hampir sendiri 😊 walaupun sebenarnya aku sudah terbiasa sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚ . Sampai akhirnya aku menjadi siswi di Salah satu SMF di kota Banjarbaru.

Kalud

Kalud mungkin itu satu kata yang menggambarkan aku saat ini, bingung ingin bercerita kepada siapa dan ingin didengar oleh siapa. Seperti ber...