Saturday, September 1, 2018

Our Trip To Jogja Istimewa 1

Hello teman-teman, di blog yang kali ini aku akan menceritakan mengenai liburan kuliah ku. Mungkin ini terbilang pertama kalinya aku liburan tanpa kedua orang tua dan keluarga dan pertama kalinya aku ke tempat destinasi yang aku kunjungi dan pertama kali aku menaiki alat transportasi umum yaitu kereta. Seperti yang kalian ketahui di Kalimantan tidak ada yang namanya kereta jadi mungkin itu salah satu alasan mengapa aku tidak pernah naik kereta, dan pilihan tempat liburan ku kali ini adalah Jogja Istimewa, ya seistimewa kenangan yang di ukirkan Jogja dalam hidup ku. Dulu aku hanya dapat menikmati keindahan Jogja di tv saja. Tapi saat ini aku menyaksikan dan merasakan langsung keindahannya. Libur semester genap ku jatuh pada tanggal 10 Juli 2018, saat itu aku bingung ingin pulang ke Banjarmasin atau tetap stay di Malang dengan liburan kecil-kecilan seperti mengunjungi tempat wisata yang ada di Malang. Namun saat itu otak mulai berpikir dan sampai akhirnya Jogja lah pilihan ku. Saat itu bingung pasti, sebab aku belum ada teman untuk pergi kesana dan transportasi apa yang cocok untuk kesana. Akhirnya aku mulai mengajak teman-teman, namun teman-teman tidak dapat memberi kepastian. Sempat bertekad untuk berangkat sendiri namun hati berbicara seperti apa nantinya disana dan tempat ini adalah tempat yang pertama kali dikunjungi dan tidak tau apa-apa. Dan disuatu ketika ada temen aku yang chat di WA, sebenarnya dia chat untuk mengajak jalan di sekitar Malang. Namun, aku sudah bingung mencari teman akhirnya berani kan diri untuk mengajak dia. Bersyukurnya aku disini dia langsung mau dan ini sama sama pertama kalinya kami mengunjungi Jogja dan ini pertama kalinya aku jalan bersama dia. Kami pun bukan satu jurusan apalagi satu fakultas kami hanya satu Universitas saja dan kami saling kenal melalui acara kampus dan kami tidak pernah jalan bersama atau hanya sekedar ketemu pun tidak ada. Keesokan harinya kami ke stasiun untuk membeli tiket dan tanggal 13 Juli jam 8 pagi kereta kami berangkat membawa kami ke Jogja. Pukul 15.20 kami tiba di Jogja.
Sebenarnya ada banyak hal konyol sebelum tiba di Jogja. Pertama teman ku kena musibah dan masuk RS, aku yang berniat menghabiskan waktu di Jogja selama 5 hari harus kandas dikarena kan jadwal yang tidak jelas padahal waktu itu aku sudah mesan tiket pulang dan tujuan pulang ku yaitu Jember namun aku harus merubah tujuan dan tanggal pulang ku yaitu Malang dan tanggal 15 Juli adalah tanggal aku kembali dan ketika memesan tiket berangkat petugas di bagian tiket bilang tiket yang kami pesan itu tempat duduk berhadapan jadi kami memilih duduk berhadapan bukan bersampingan tapi pada hari H kereta yang kami tumpangi itu duduk dengan mengarah pada satu arah dan tidak berhadapan sehingga membuat ku dan teman ku tidak satu bangku 😂 dan itu pasti agak sulit untuk kami karna sulit untuk sekedar berbicara. Dan saat kami tiba kami memilih berjalan kaki dari stasiun menuju ke guest house dan itu berjarak 5 km dari stasiun. Tiba di guest house kami meluruskan pinggang, kaki dan otak yang mulai letih. Kemudian kami memulai perjalanan kami ke Malioboro untuk memenuhi kebutuhan cacing di perut, kemudian setelah itu kami menuju Filosofi Kopi 

Kemudian kami memilih untuk kembali ke guest house karna lelah perjalanan masih terasa dan memilih melanjutkan trip keesokan harinya.
Tgl 14/7/18 kami memulai perjalanan dari jam 6.30 tujuan kami yaitu Malioboro, karena kami ingin menikmati Malioboro di pagi hari karena itu akan jauh lebih sepi daripada suasana Malioboro di malam hari yang ramai dan padat. 
Dan tujuan kami selanjutnya yaitu Candi Prambanan dan Ratu Boko karena ini adalah destinasi pertama ya kalian pasti tau lah seperti apa semangatnya. 


Kemudian tujuan kami selanjutnya adalah Musium Batik dan cacing diperut kami mulai meronta sehingga kami memilih untuk makan mie ayam yang ramai di kunjungi di Jogja yaitu mie ayam Bu Tumini. Sedikit review mie ayam nya ini enak dan kalian harus sabar dalam mengantri untuk duduk saja perlu antri apalagi makan. Karna mie ayam nya bener bener enak jadi recomended lah untuk kalian para penggemar mie ayam. Setelah makan mie ayam kami melanjutkan perjalanan ke Museum Sonobudoyo, Museum Benteng Vredeburg, taman sari dan kami memutuskan untuk ke guest house karna tulang belulang dan kaki kami mulai meronta-ronta. 







Oke guys ini sudah panjang dan aku cape kita lanjutakan di blog selanjutnya 🤗🤗🤗🤗🤗🤗

Kalud

Kalud mungkin itu satu kata yang menggambarkan aku saat ini, bingung ingin bercerita kepada siapa dan ingin didengar oleh siapa. Seperti ber...